Pencegahan Penyakit Gondok Pada
Masyarakat di Wilayah Aran-aran,Kabupaten Malang.
Oleh:
Fitri Ning Welas
201110300511081
D3-Keperawatan
Fakultas Ilmu Kesehatan
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2012
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia adalah
Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) atau bisa disebut penyakit gondok.
Pada saat ini di Indonesia diperkirakan sekitar 42 juta penduduk tinggal
didaerah yang lingkungannya miskin yodium, dari jumlah penduduk ini 10 juta
menderita thyroid,750.000-900.000 menderita kretin endemic dan 3,5 juta
menderita GAKY lainnya. Semua penduduk ini tersebar di sekitar 190 Kabupaten
dan 26 propinsi (Depkes RI, 2000)
Prevalensi GAKY di Jatim
cukup tinggi, dari 37 Kabupaten atau Kota yang ada di Jatim semuanya termasuk
daerah endemic ringan. GAKY merupakan masalah gizi utama disamping masalah gizi
lainya seperti Kekurangan Energi Protein, Kekurangan Vitamin A dan
anemia.Akibat dari kekurangan yodium secara terus-menerus dalam waktu yang lama
dapat menimbulkan penyakit gondok. Hasil suvei pemetaan gondok 1998 yang telah
di publikasikan WHO tahun 2000 melaporkan bahwa 18,8% penduduk hidup di daerah
endemic ringan, 4,2% penduduk hidup di daerah endemic sedang dan 4,5% penduduk
hidup di daerah endemic berat. Diperkirakan sekitar 18,2 juta peduduk hidup di
wilayah endemic sedang dan berat, dan 39,2 juta penduduk hidup di wilayah
endemic ringan. Menurut jumlah kabupaten di Indonesia, maka diklasifikasikan
40,2% kabupaten termasuk endemic ringan, 13,5% kabupaten endemic sedang dan
5,1% kabupaten endemic berat (www.gizi.net.2004).
Atas dasar data prevalensipenderita GAKY hasil survey Nasional
Thyroid Endemik 1980-1982, diperkirakan di Indonesia kini telah terjadi defisit
tingkat kecerdasan sebesar 140 juta IQ-points. Defisit tersebut diyakini
sebagai penghambat kelancaran progam Wajib Belajar Sembilan Tahun.Lebih jauh
telah di identiikasi bahwa para penderita GAKY memiliki produktivitas kerja
yang rendah, sehingga dapat mengurangi penghasilan 15%. (Depkes RI,2000)
GAKY pada anak sekolah akan mengakibatkan gangguan pertumbuhan,
gangguan perkembangan dan berakibat kecerdasan rendah, anak seperti ini
biasanya sulit menerima pelajaran, tidak naik kelas dan putus sekolah.
Anak sekolah adalah generasi penerus yang akan melanjutkan
pembangunan bangsa dimasa yang akan datang. Dinasib mereka bangsa dan negara
terletak. Bangsa indonesia akan menjadi masyarakat yang besar dan kuat hanya
apabila manusianya mempunyai kualitas tinggi yang mampu menguasai ilmu dan
teknologi. (Depkes RI, 2000)
Di wilayah Aran-aran merupakan wilayah dataran tinggi yang
berada di kecamatan Wajak Kabupaten Malang.Secara geografis, endemic GAKY
biasanya sering terjadi pada wilayah dataran tinggi. Hal ini disebabkan oleh
karena kadar yodium yang terdapat pada tanah dan airnya cenderung rendah.
Hilangnya yodium dalam tanah berakibat pada menurunya yodium yang diserap
tanaman, sehingga tanaman dan hewan yang dimakan penduduknya tidak cukup
mengandung yodium.
Pada anak usia sekolah yang mengalami kekurangan yodium,
cenderung akan mengalami gangguan pada fungsi mentalnya. Hal ini dikarenakan
otak gagal mengalami proses perkembangan yaitu dalam tahap menyelinisasi
sehingga proses neurotransmiter otak juga mengalami gangguan yang berakibat
menurunkan daya ingat dan kecerdasan anak.
Pada penelitian yang sebelumnya dilakukan oleh Rudi Susanto pada
anak sekolah yang tinggal didaerah yang kekurangan yodium menunjukan hasil IQ
kurang dibandingkan dengan kelompok umur yang sama yang berasal dari daerah
yang berkecukupan akan yodium. Dari sini dapat disimpulkan kekurangan yodium
dapat mengakibatkan keterampilan kognitif rendah. Semua penelitian yang
dikerjakan didaerah kekurangan yodium
memperkuat adanya bukti kekurangan yodium dapat menyebabkan kelainan
otak. (Suara Merdeka, 5 November 2001)
Untuk menanggulangi masalah GAKY, Pemerintah melaksanakan progam
jangka pendek yaitu pemberian garam yodium atau kapsul yodium kepada
penduduk terutama yang tinggal di daerah
(desa) endemik berat dan sedang. Untuk sasaran utamanya adalah ibu hamil, ibu
nifas, WUS, dan anak SD. Pemberian garam yodium atau kapsul yodium merupakan
progam pemerintah yang mulai dilaksanakan sejak tahun 1992/1993.
Berdasarkan uraian tersebut peneliti ingin mengetahui pencegahan
penyakit gondok pada masyarakat di wilayah Aran-aran Kabupaten Malang.
B.
Rumusan Masalah
Penulis merumuskan bagaimana pencegahan penyakit gondok yang
terjadi di wilayah Aran-aran Kabupaten Malang.
C.
Tujuan
Penelitian
Untuk mengetahui bagaimana pencegahan penyakit
gondok pada masyarakat di wilayah Aran-aran Kabupaten Malang.
D.
Manfaat
Penelitian
1. Bagi Mahasiswa
Memberikan pembelajaran dan penerapan ilmu kesehatan
masyarakat yang telah didapat serta menambah pengetahuan, wawasan dan mahasiswa
dapat menentukan cara mencegah penyakit gondok yang ada dimasyarakat.
2. Bagi Jurusan Kesehatan
Memberkan masukan bagi jurusan kesehatan untuk
melekukan pembaruan kurikulum pendidikan agar menjadi lebih baik di masa yang
akan datang.
3. Bagi Masyarakat
Memberikan informasi mengenai masalah kesehatan yang
ada di masyarakat, sehingga di harapkan masyarakat mampu melakukan upaya pencegahan
terhadap penyakit gondok.
E.
Relevansi
Penelitian
Masalah GAKY terutama disebabkan oleh lingkungan
yang kurang mengandung yodium. Adapun kegiatan penanggulangannya yang
dilaksanakan oleh pemerintah sampai saat ini, seperti : mensosialisaikan
penggunaan garam beryodium bagi masyarakat, iodisasi air minum yang dalam tahap
pengembangan dan terbatas didaerah tertentu, dan pemberian kapsul yodium
terutama pada daerah yang endemik berat dan sedang (Dinkes Jatim, 2001)
TINJAUAN PUSTAKA
A.
GangguanAkibatKekuranganYodium
(GAKY)
Masalah GAKY merupakanmasalahkesehatanmasyarakat yang cukupluas
di dunia. Di Indonesia, GAKY dewasainimenjadimasalahnasional,
karenaberkaitandenganpenurunankualitassumberdayamanusia, yang
akhirnyaakanmenghambattujuanpembangunannasional (DjokoMoeljanto, 2002).
Padakekuranganyodium,
konsentrasi hormone tiroidmenurundan hormone TSH meningkat agar
kelenjartiroidmampumenyeraplebihbanyakyodium.Bilakekuranganberlanjut,
selkelenjartiroidmembesardalamusahameningkatkanpengambilanyodiumolehkelenjarmakapembesaran
yang Nampakdinamakangondoksederhana.Apabilaterdapatsecarameluas di
suatudaerahdinamakangondokendemik.Suatudaerahdikatakandaerah endemic
gondokapabilalebihdari 5%penduduknyamenderitagondok.Gondokdapatmenampakkandiridalambentukgejala
yang sangatluas, yaitudalambentukretinisme (cebol) di
suatusisidanperbesarankelenjartiroidpadasisi lain.
Gejalakekuranganyodiumadalahmalasdanlamban, kelenjartiroidmembesar,
padaibuhamildapatmengganggupertumbuhandanperkembanganjanin, dandalamkeadaanberatbayilahirdalamkeadaancacat
mental yang permanensertahambatanpertumbuhan yang
dikenalsebagaikretinisme.Seoranganak yang
menderitakretinismemempunyaibentuktubuh abnormal dan IQ sekitar
20.Kekuranganyodiumpadaanak-anakmenyebabkankemampuanbelajar yang rendah
(Almatsier, 2002).
Penyakit gondok disebabkan oleh
membesarnya kelenjar tiroid pada leher.Hubungan antara penyakit ini dengan
kurangnya konsumsi yodium telah diketahui lebih dari 130 tahun yang lalu.
Beberapa abab sebelumnya, penyakit gondok ditangani dengan mengkonsumsikan
pasien benda yang kaya akan yodium seperti karang laut yang dibakar. Yodium
berinteraksi dengan protein yang disebut dengan thyroglobulin, dan cincin
aromatik dari protein ter-iodinisasi.Dua dari molekul yang ter-iodinisasi
tersebut berinteraksi, membentuk suatu unit thyroxine yang berikatan dengan
protein.Unit aromatik ini kemudian lepas dan menghasilkan suatu hormon tiroid
thyroxine yang sangat kuat.
Manusia maupun hewan mamamalia muda
memerlukan hormon tiroid untuk pertumbuhan dan perkembangan yang
normal.Kekurangan dari hormon tiroid pada saat kandungan berakibat penurunan
mental dan daya pikir anak tersebut.Kekurangan hormon tiroid pada tingkat
rendah pada orang dewasa mengakibatkan hypotiroidism, atau sering kita sebut
dengan istilah gondok, dengan gejala-gejala seperti malas bergerak, kegemukan,
dan kulit yang mengering.
Yodium yang kita
dapatkan dari mengkonsumsi makanan dan minuman berada dalam bentuk ion yodium,
dan besarnya bergantung dari kadar yodium dalam tanah. Tanah dengan kadar
yodium rendah mengakibatkan banyak pasien menderita penyakit gondok dan dapat
ditanggulangi dengan mengkomsumsi garam yang ber-iodinisasi NaI (100mg iyodium
per gram garam).
GangguanAkibatKekuranganYodium (GAKY) adalahsekumpulangejala
yang ditimbulkankarenatubuhkekuranganyodiumdalamjangkawaktu yang
lama.Kekuranganunsureyodiumterutama di pengaruhiolehfactorlingkungan yang
keadaantanahdanairnyamiskinunsureyodium,akibatnyapenduduk yang
tinggaldidaerahtersebutakanselalukekuranganyodium.(Dinkes RI,2001)
Akibatdari
GAKY ternyatajauhlebihluasdarisekedarterjadipembesarankelenjar thyroid yang
sangatmengkawatirkanadalahakibat negative padasusunansyarafpusat yang
akanberpengaruhpadakecerdasandanperkembangan social
masyarakatpadaumumnya.(DinkesPropinsi Jatim,2003).
Terjadinya kekurangan yodium terutama akibat dari
rendahnya kadar yodium dalam tanah sehingga air an tumbuh-tumbuhan yang hidup
didaerah itu juga rendah kadar yodiumnya. Disamping itu, beberapa jenis bahan
makanan mengandung zat yang dapat menyebabkan terjadinya pembesaran kelanjar
thyroid dan disebut zat goiterogen.Zat tersebut ditemukan dalam kol, kubis,
kacang kedelai, kacang tanah dan obat-obatan tertentu.
Zat goiterogen tersebut dapat menghalangi
pengambilan yodium oleh kelenjar thyroid sehingga konsentrasi yodium dalam
kelenjar thyroid sangat rendah. (Sediaoetama, 2006)
B.
Gangguan
Akibat Kekurangan Yodium, antara lain:
1.
Kekurangan
Yodium pada Janin
Kekurangan yodium pada janin akibat
ibunya kekurangan yodium. Keadaan ini akan menyebabkan besarnya angka kejadian
lahir mati, abortus, dan cacat bawaan, yang semuanya dapat dikurangi dengan
pemberian yodium. Akibat lain yang lebih berat pada janin yang kekurangan
yodium adalah kretin endemik. Kretin endemik ada dua tipe, yang banyak di
dapatkan adalah tipe nervosa, ditandai dengan retardasi mental, dan bisu
tuli.Sebaliknya yang terjadi pada tipe hipothyroidisme yang ditandai dengan
kekurangan hormon thyroid dan kerdil.
2.
Kekurangan
Yodium pada Saat Bayi Baru Lahir
Yang sangat penting diketahui pada saat
ini, adalah fungsi thyroid pada bayi baru lahir berhubungan erat dengan keadaan
otak pada saat bayi tersebut lahir. Bila kekurangan yodium tidak dikoreksi maka
hipothyroidisme kan menetap sejak bayi sampai masa anak. Ini berakibat pada
retardasi perkembangan fisik dan mental, serta risiko kelainan mental yang
sangat tinggi.
3.
Kekurangan
Yodium pada Masa Anak
Pada anak sekolah yang tinggal di
daerah kekurangan yodium menunjukkan hasil sekolah dan IQ kurang dibandingkan
dengan kelompok umur yang sama yang berasal dari daerah yang berkecukupan
yodium. Dari sini dapat disimpulkan yodium mengakibatkan keterampilan kognitif
rendah.
Keadaan ini disebut sebagai
hipothyroidismeotak, yang akan menyebabkan bodoh dan lesu, hal ini merupakan
tanda hipothyroidisme pada anak dan dewasa. Keadaan lesu ini dapat kembali
normal bila diberikan koreksi yodium, namun lain halnya bila keadaan yang
terjadi di otak.
4.
Kekurangan
Yodium pada Dewasa
Pada orang dewasa, dapat terjadi
thyroid dengan segala komplikasinya, yang sering terjadi adalah
hipothyroidisme, dan terjadi pembesaran pada kelenjar thyroid yang berfungsi
autonom.
C.
Tujuan
dan Sasaran Penanggulangan GAKY
1.
Tujuan
Umum
Mengeliminasi kretin baru melalui
dan pemantapan program penanggulangan GAKY, menjelang tahun 2010 yang mencakup
upaya pencegahan dan pengendalian.
2.
Tujuan
Khusus
a. Prevalensi
thyroid (TGR) menurun dikalangan masyarakat menjadi 18% pada akhir pelita VI
b. Pulihnya
hypothyroid pada orang dewasa / kretin
c. Mencegah
keterlambatan perkembangan mental maupun fisik yang berkaitan dengan defisiensi
yodium
d. Menurunkan
angka drop out, hasil sekolah membaik
e. Menurunkan
angka kematian perinatal, angka kematian bayi dan abortus
f. Meningkatkan
kecukupan kadar yodium ASI
D.
Pembesaran
Kelenjar Thyroid
1. Anatomi dan Fisiologi Kelenjar Thyroid
Kelenjar
thyroid terdiri atas 2 lobus yang terletak disebelah kanan dari trachea diikat
bersama oleh jaringan thyroid dan melintasi tracheadisebelah depan. Merupakan
kelenjar yang terdapat didalam leher bagian depan bawah, melekat pada dinding
laring. Atas pengaruh hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofise lobus
anterior, kelenjar thyroid ini dapat memproduksi hormon tiroksin.Adapun fungsi
dari hormon tiroksin adalah mengatur pertukaran zat / metabolisme dalam tubuh
dan mengatur pertumbuhan jasmani.Struktur kelenjar thyroid terdiri dari
sejumlah besar vesikel-vesikel yang dibatasi oleh epithelium silinder,
disatukan oleh jaringan ikat. Sel-selnya mengeluarkan secret cairan yang
bersifat lekat yaitu : Koloidac thyroid yang mengandung zat senyawa yodium dan
dinamakan hormon tiroksin. Secret ini mengisi vesikel dan dari sini berjalan ke
aliran darah baik langsung maupun melalui saluran limfe. (Gybson, 2003)
Fungsi
kelenjar thyroid terdiri dari :
a. Bekerja
sebagai perangsang proses oksidasi
b. Mengatur
penggunaan oksidasi
c. Mengatur
pengeluaran karbondioksida
d. Metabolic
dalam hal pengaturan susunan kimia dalam jaringan
e. Pada
anak mempengaruhi perkembangan fisik dan mental
Hipofungsi
dapat menyebabkan penyakit kretinismus dan penyakit miksidema. Kretinismus berupa
hambatan pertumbuhan mental dan fisik dan pada orang dewasa kekurangan sekresi
menyebabkan miksidema proses metabolik mundur terdapat kecenderungan untuk
bertambah berat badan, geraknya lamban, kulit menjadi tebal, rambut rontok, dan
denyut nadi menjadi pelan.
Hiperfungsi
menyebabkan penyakit hyperthyroid dimana semua gejalanya merupakan kebalikan
dari miksedema, yaitu : kecepatan metabolik yang meningkat, suhu tubuh rendah,
berat badan turun dan denyut nadi naik. Jika sudah dalam keadaan parah biasanya
juga bisa menyebabkan mata menonjol keluar.
2. Patofisiologi
Definisi
yodium akan menguras cadangan yodium serta mengurangi produksi T4. Penurunan
kadar T4 dalam darah memicu sekresi TSH yang kemudian, meningkatkan kegiatan
kelenjar thyroid, untuk selanjutnya menyokong terjadinya hyperplasia
thyroid(pembesaran thyroid). (Sediaoetama, 2006)
Yodium
merupakan mikro mineral yang esensial dan merupakan inti dari thyroxine yaitu
hormon yang dihasilkan oleh kelenjar thyroid yang mengatur berbagai proses
penting dalam tubuh antara lain pertumbuhan fisik mental pada anak-anak serta
mengatur penggunaan energi dalam tubuh. Didalam alat pencernaan, yodium diserat
dalam bahan makanan dan diangkat dalam kelenjar thyroid, sekitar 25% dari
seluruh yodium yang ada dalam tubuh terdapat kelenjar ini bergabung dengan
hormon thyroxine yang kemudian oleh aliran darah dikeluarkan oleh kelenjar dan
dipergunakan oleh sel-sel tubuh. Ekskresi yodium sebagian di kelenjar ludah,
lambung dan sebagian besar diekskresikan oleh ginjal. Apabila yodium yang
dikeluarkan tidak diganti oleh yodium yang dari bahan makanan maka tubuh akan
menderita kekurangan yodium. Sebagai kompensasi kekurangan yodium maka
terjadilah pembesaran kelenjar thyroid yang dimaksud untuk mengadakan adaptasi
agar tubuh dapat memanfaatkan yodium secara lebih efisien hingga dapat
memproduksi thyroxinedalam jumlah yang mencukupi.
Menurut
Guyton. AC. (1987) Mekanisme terjadinya thyroid adalah kekurangan yodium, yang
kemudian akan menghambat pembentukan hormon thyroxineoleh kelenajr thyroid dan
sebagai akibatnya tidak ada hormon yang menghambat pembentukan TSH oleh
hipofise anterior, hal ini memugkinkan hipofise mensekresi TSH dalam jumlah
yang berlebihan. TSH kemudian menyebabkan sel-sel thyroid mensekresi
triglobulin dalam jumlah besar ke dalam folikel, dan kelenjar tumbuh makin lama
makin besar.
Banyak
teori untuk menerangkan penyebab terjadinya penyakit thyroid. Akan tetapi ada tiga teori yang sampai saat ini bertahan
yaitu teori tentang kekurangan yodium dalam bahan makanan sehingga menyebabkan
kurangnya masukan yodium ke dalam tubuh, teori tentang kualitas air minum yang
buruk serta teori tentang adanya zat-zat goitrogenik pada makanan tertentu.
Namun demikian penyebab utama dari penyakit thyroid adalah kekurangan yodium
dari makanan dan minuman.
Penderita
GAKY pada umunya banyak ditemukan di daerah pegunungan dimana makanan yang
dikonsumsi sangat tergantung dari produksi makanan dari tanaman setempat yang
tumbuh pada kondisi kadar yodium yang rendah di tanah. Secara umum diyakini
bahwa faktor defisiensi yodium yang berat dan berlangsung secara terus-menerus
adalah penyebab utama terjadinya GAKY, terutama pada daerah-daerah pegunungan
dan dataran tinggi karena miskinnya kandungan yodium dalam tanah dan air di
wilayah tersebut.
Sehubungan
dengan itu, maka masalah GAKY dimasyarakat masih sering dihubungkan dengan
rendahnya konsumsi yodium dari makanan dan minuman pada masyarakat di daerah
dataran tinggi atau pegunungan. (Pudjiadi, 2005)
Zat
geoitrogenik adalah zat yang menghambat penyerapan yodium dalam tubuh.Zat-zat
ini terdapat dalam makanan tertentu seperti singkong, tumbuhan jenis kol
(brassicae), kedelai dan daun selada air.Singkong termasuk juga bahan makanan
yang mempunyai sikap goitrogenik yang terkandung dalam sianida. (Sediaoetama,
2006)
Agar
kelenjar thyroiddapat mempertahankan bentuk dan fungsinya yang normal
diperlukan yodium dari makanan dan minuman sehari-hari, dalam jumlah yang
diperlukan. Kalau jumlah yang diperlukan itu tidak dapat dipenuhi secara terus
menerus, kelenjar thyroid akan mengalami pembesaran. Ini biasanya terjadi kalau
disuatu daerah tanah tidak atau sedikit sekali mengandung yodium.
Akibatnya
air minuman atau tanaman yang tumbuh di daerah tersebut sangat sedikit atau
tidak mengandung yodium. Maka penduduk yang tinggal di daerah tersebut selalu
mengalami kekurangan yodium, dan akan menderita penyakit thyroid atau goiter.
Kalau disuatu daerah lebih dari 10% penduduk yang menderita thyroid maka dapat
disebut sebagai penderita thyroid endemik. (Dinkes Prop, Jatim, 2003)
3. Etiologi
Penyebab
pembesaran kelenjar thyroid dapat bermacam-macam seperti
a.
Kekurangan
Yodium
Kekurangan yodium merupakan
penyebab utama thyroid endemik dan terdapat didaerah-daerah dimana tanahnya
tidak mengandung banyak yodium, hingga produk yang dihasilkan juga miskin akan
yodium. Kekurangan yodium menyebabkan hyperplasia thyroid sebagai adaptasi
terhadap kekurangan tersebut.
b.
Makanan
sehari-hari mengandung banyak zat goitrogen
Zat goitrogen seperti yang
ditemukan pada kubis dapat menyebabkan pembesaran pada kelenjar thyroid.
Beberapa bahan makanan lain juga mengandung zat goitrogen, misalnya : kacang
tanah, kacang kedelai, singkong, bawang merah, bawang putih. Floor dan kalsium
menghambat penggunaan yodium oleh thyroid hingga merupakan goitrogen juga.
c.
Air
minum kotor
Dalam air minum yang kotor terdapat
zat goitrogen yang dapat dihilangkan apabila dimasak.
d.
Faktor
Keturunan
Faktor demikian dapat mengurangi
kapasitas fungsi thyroid atau gangguan readsorbsiyodium oleh tubulas ginjal.
(Pudjiati, 2005)
E.
Usaha
Pencegahan dan Penanggulangan GAKY
Cara
penanggulangan yang paling mudah untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan yodium
bagi penduduk adalah melalui penambahan unsur yodium dari luar (supplementasi).
Suplementasi yodium di Indonesia selama ini dilaksanakan melalui dua cara
yaitu:
1.
Upaya jangka pendek yang dilaksanakan melalui distribusi kapsul
yodiol bagi Wanita Usia Subur (WUS) termasuk wanita hamil dan menyusui di
daerah endemik berat dan sedang. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memotong rantai
resiko GAKY bagi penduduk yang tinggal di daerah beresiko tinggi, guna
mengantisipasi lahirnya anak-anak yang menderita GAKY.
2.
Suplementasi yodium jangka panjang dilaksanakan melalui program
fortifikasi yodium (penambahan yodium) pada makanan yang umum dikonsumsi oleh
semua orang secara rutin setiap hari (www.gizi.net, 2003).
F.
Faktor-faktor yang
Mempengaruhi Kejadian Gondok
Faktor-faktor yang
mempengaruhi kejadian gondok antara lain meliputi :
1.
Tempat dan lama penyimpanan garam berpengaruh terhadap kandungan
iodine yang terdapat dalam kandungan garam (Sulchan, 2001).
2.
Tingkat pendidikan, pengetahuan, sikap terhadap garam beryodium
dan ketersediaan garam beryodium di tingakat pasar mempunyai hubungan dengan
ketersediaan garam beryodium pada tingkat rumah tangga (Gunanti, 2001).
3.
Lama pemasakan berpengaruh terhadap kestabilan garam beryodium
dalam sediaan makanan (Cahyadi, 2001).
4.
Bedasarkan konsep UNICEF tahun 1998, penyebab langsung GAKY
adalah defisiensi zat gizi yodium. Ketidakcukupan asupan yodium disebabkan oleh
kandungan yodium dalam bahan makanan yang rendah dan konsumsi garam beryodium
yang rendah.Masih banyak masyarakat yang kurang mengetahui manfaat dari garam
beryodium sehingga mengakibatkan rendahnya konsumsi garam beryodium.Hal yang
mendasar dari penyebab GAKY adalah kandungan yodium dalam tanah yang rendah.
Semua tumbuhan yang berasal dari daerah endemis GAKY akan mengandung yodium
yang rendah sehingga sangat diperlukan adanya garam beryodium atau bahan
makanan dari luar daerah yang non endemis (Departemen Gizi dan Kesehatan
Masyarakat, 2007).
Pada tingkat rumah tangga, cara terbaik dalam penggunaan garam
beryodium agar yodiumnya tidak rusak atau hilang adalah dengan menaburkan garam
ketika makanan sudah mulai dingin, karena yodium akan menguap jika terkena
panas hingga 1000 C sehingga cara terbaik adalah dengan menyediakan garam di
atas meja. Dengan demikian, yodium yang terkandung dalam garam tidak akan
hilang (Sutanto, 2004).
G. KonsepYodium
1. DefinisiYodium
Yodiumadalahsalahsatu trance elemen yang esensial.
Disebutdemikiankarenasalahsatu trance elemen yang
esensial.Disebutdemikiankarenaterdapatpadatubuh manusiadalamjumlah yang
sangatsedikityaitu :sekitar 15-20 mg
danmanusiamembutuhkanyodiumuntukpertumbuhandanperkembangannyahanya 100-150 mg
perhari (0,1-0,5mg).Yodiumdiambildariyodida yang dikonsumsi,dalamwaktu 3
harisekitar 25-30% sudahdiproses.(Murray,2003)
Gangguan yang
dapatditimbulkanolehdefisiensiyodiumdapatterjadipadasemuatingkatperkembanganmanusia,mulaidarifetus,neonacus,anak,remaja,sertadewasa.Yodium
yang masukdalamtubuhkita berasal dari yodium yang terkandungdalammakanan ,air
yang kitaminum,iniberartibahwakandungantanahatasyodiuminisangatpentingbuatpencegahanpenyakitgondok.UntukmenilaihalinibiasanyadiperiksakadarYodiumpadalahanataudalamsumberair.Kadaryodiumlahanakanmempengaruhikadaryodiummakanan
yang berasaldaritanahtersebut.Ditanah yang jenistanamannyarenggang
(tanahkapur),yodiummudahsekalitercucidanterbawaolehalirandanarusair.InilahsebabnyaditanahberkapurbanyakdefisiensiYodium.Air
yang membawayodiumtaditerlarutkelaut,sehinggakadar air lautakanyodiumcukuptinggi.(DinkesPropinsi
Jatim,2001)
Kekurangan yodium memang sedikit berbeda masalahnya
dengan kekurangan gizi lainnya.Permasalahan pertama yang timbul biasanya
lingkungan yang miskin akanyodium ,baik lahan tersebut kekurangan unsur yodium
atau karena gangguan lain yang berkompetensi dengannya yaitu gastrogenik.(www.idd_Indonesia.net)
2. Fungsi Yodium
Yodium
merupakan komponen struktur dari hormon thyroksin yang dihasilkan oleh kelenjar
thyroidyang banyak berpengaruh terhadap banyak fungsi tubuh sebagai berikut:
a.
Metabolisme
umum
Menggiatkan proses metabolisme
secara umum dan menyeluruh terutama proses oksidatif.
b.
Sistem
Cardiovaskuler
Meningkatkan fungsi jantung dan
aliran darah.
c.
Sistem
Pencernaan
Meningkatkan kerja saluran pencernaan,mensekresi
kelenjar pencernaan dan meningkatkan kerja perestal
d.
Sistem
muskulo skeletal
Menggiatkan pertumbuhan dan
ossifikasi tulang.
e.
Sistem
saraf
Merangsang prosescerebrasi ,mempercepat
proses integrasi bagian bagian otak yaitu proses mielinisasi,sehingga berguna
untuk meningkatkan fungsi kerja otak yang meliputi daya ingat ,kecerdasan pertumbuhan
dan perkembangan metal. (Sediaoetama,2006)
3. Tata laksana distribusi garam
beryodium
a. Lokasi
sasaran
Lokasi yang menjadi prioritas garam
beryodium adalah seluruh desa di kecamatan wajak yang tergolong endemik berat
dan sedang .Untuk menentukan tingkat endemisitas GAKY dilakukan pemetaan
prevalensi TGR.Dalam rangka pengukuran prevalensi thyroid endemik,maka
diperlukan rumus perhitungan TGR.
Prevalensi Total Goiter Rate =
Grade (IA+IB+II+III)X 100% /jumlah yang diperiksa.
Prevalensi TGR < 5% = N0n endemik
Prevalensi TGR
5-10% = Endemik awal
Prevalensi TGR 10-20% = Endemik
ringan
Prevalensi TGR 20-30% = Endemik
sedang
Prevalensi TGR 30-40% = Endemik
berat
b. Penduduk
sasaran
Anak SD kelas (1-6),WUS,BUMIL
c. Dosis
pemberian garam beryodium.garam beryodium 200mg diberikan kepada kelompok
sasaran dengan dosis sebagai berikut :
§ WUS
: 2 Kapsul/tahun
§ BUMIL
:1 Kapsul/tahun
§ Anak
SD (1-6) :1 Kapsul/tahun
(Pemantauan garam beryodium,Depkes
Ri,2001)Pemberian sesuai Dosis yang dianjurkan dengan cara di telan.
BAB III
METODE PENELITIAN
A.
Jenis dan Metode
Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik,
yaitu penelitian yang dilakukan untuk menggali bagaimana dan mengapa fenomena
kesehatan itu terjadi. Metode penelitian yang digunakan adalah kasus control
(case control). Penelitian case control adalah suatu penelitian analitik yang menyangkut
bagaimana factor risiko dipelajari dengan menggunakan metode retrospective.
B.
Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian di Wilayah Aran aran,Kabupaten Malang.Alasan
digunakannya lokasi ini karena di desa Aran aran memiliki jumlah penderita GAKY
yang cukup banyak di Kabupaten Malang.
C.
Populasi dan Sampel
1. Populasi
Menurut Machfoeds (2005) populasi adalah keseluruhan objek
penelitian atau objek yang diteliti.Populasi yang diteliti adalah seluruh
keluarga yang ada di Desa Aran-aran.Populasi yang diteliti sebesar 671 kepala
keluarga.
2. Sampel
Sampel adalah sebagian dari populasi yang merupakan wakil dari
populasi (Machfoedz, 2005).
a. Sampel kasus
Sampel
kasus adalah jumlah kasus, yaitu seluruh penduduk yang menderita gondok sebesar
14 responden.
b. Sampel kontrol
Sampel
diambil secara purposive sampling dengan jumlah yang sama dengan kasus atau
dengan perbandingan 1:2 sehingga total yang diambil adalah 28 kasus kontrol.
Pertimbangan
diambilnya kontrol adalah sebagai berikut:
·
Mempunyai umur yang hamper sama dengan kelompok kasus.
·
Lokasi kontrol yaitu tetangga paling dekat dengan rumah kelompok
kasus.
D.
Sumber Data
1. Data Primer
Data primer merupakan data yang diperoleh dari hasil wawancara
terhadap penduduk Desa Aran aran yang menderita gondok yaitu untuk memperoleh data
yang berkaitan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian gondok.
2. Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari Puskesmas dan
Kantor Balai Desa Aran aran.
E.
Cara Pengumpulan Data
Pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan teknik
wawancara.Wawancara adalah suatu metode yang dipergunakan untuk mengumpulkan
data, dalam hal ini peneliti mendapatkan keterangan secara lisan dari responden
dan berhadapan langsung dengan responden.Jenis wawancara yang dilakukan dalam
penelitian ini adalah wawancara terpimpir karena dalam pengumpulan data
digunakan kuasioner sebagai dasar dalam melakukan melakukan wawancara
(Notoatmodjo, 2002).
Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara langsung
kepada penderita gondok di Desa Aran-aran dengan menggunakan kuasioner untuk
mengetahui keberadaan garam beryodium di lingkungan Desa Aran-aran yang dapat
diukur melalui uji iodine tes.Sedangkan untuk pengumpulan data sekunder
dilakukan oleh peneliti melalui Puskesmas dan Kantor Balai Desa Aran-aran.
F.
Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk
pengumpulan data.Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah
kuasioner.Kuasioner merupakan daftar pertanyan yang telah disusun dengan baik
dimana interviewer tinggal memberikan jawaban atau dengan memberikan
tanda-tanda tertentu. Sebelum digunakan dalam penelitian, kuasioner akan diuji
terlebih dahulu baik validitas maupun reliabilitasnya. Kondisi wilayah yang
digunakan untuk uji coba kuasioner sebaiknya memiliki cirri-ciri yang hamper
sama dengan tempat penelitian yang akan dilaksanakan (Notoatmodjo, 2002).
Uji coba kuasioner dalam penelitian ini dilaksanakan pada
masyarkat yang bertempat tinggal di Desa Aran-aran. Alasan pemilihan tempat ini
karena memiliki karakteristik yang sama dengn lokasi penelitian yaitu masih
berada di wilayah kecamatan Wajak, selain itu keberadaan garam beryodium di
Desa Aran-aran juga masih rendah.
a.
Uji validitas
Validitas adalah suatu indeks yang menunjukan alat ukur tersebut
benar-benar mengukur apa yang diukur (Notoatmodjo, 2002). Validitas suatu
instrumen penelitian dapat diketahui dengan cara menghitung korelasi antara
masing-masing pertanyaan dengan skor total menggunakan rumus teknik korelasi
product moment dengan rumus sebagai berikut:
Keputusan uji validitas apabila r hitung ≥ r tabel, maka Ho
ditolak, artinya pertanyaan valid dan apabila r hitung < r tabel, maka Ho
diterima atau variabel pertanyaan tidak valid. Korelasi antara skor item dengan
skor total untuk mengetahui validitas instrumen penelitian dapat dilihat dari
hasil interpretasi SPSS menggunakan reliability analysis yaitu pada corrected
item-total correlation. Interpretasinya dengan cara membandingkan r hitung pada
corrected item-total correlation (hasil koreksi skor item dengan skor total
item) dengan r tabel, dimana jika r hitung ≥ r tabel, maka pertanyaan valid dan
jika r hitung < r tabel, maka item pertanyaan tidak valid sehingga harus
dihapus atau diganti dengan pertanyaan lain (Sugiyono, 2002).
b.
Uji reliabilitas.
Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu
alat peraga dapat dipercaya atau dapat diandalkan dan tetap konsisten apabila
dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama
(Notoatmodjo, 2002). Pengukuran reliabilitas kuesioner dalam penelitian ini
menggunakan model alpha. Pertanyaan akan diuji reliabilitas apabila sudah valid
semua. Semua pertanyaan dinyatakan reliabel apabila nilai r alpha > r tabel
(Hastono, 2001).
G.
Metode Analisis
1. Pengolahan data
Data yang diperoleh melalui wawancara dengan kuasioner telah
diolah dengan menggunakan perangkat lunak komputer program SPSS 10 for windows
melalui beberapa tahapan yaitu editing, coding, entry data dan tabulating.
a.
Editing
Editing meliputi kegiatan koreksi dan seleksi data yang telah
dikumpulkan.Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan data yang benar, sehingga
diharapkan dalam analisis tidak terjadi kesalahan kesimpulan.
b.
Coding
Coding merupakan kegiatan pemberian kode pada data dengan tujuan
meringkas data dan memudahkan analisis.
c.
Entry Data
Entry data adalah kegiatan pemindahan data kedalam computer
untuk diolah menggunakan program SPSS versi 10 for windows.
d.
Tabulating
Tabulating merupakan kegiatan meringkas jawaban dari kuesioner
menjadi satu tabel induk yang memuat semua jawaban responden. Jawaban responden
akan dikumpulkan dalam bentuk kode-kode yang disepakati untuk memudahkan
pengolahan data selanjutnya.
2.
Analisis data
Analisis data
dilakukan setelah data terkumpul yaitu dengan menggunakan:
a.
Analisis deskriptif
Analisis deskriptif untuk menunjukkan distribusi frekuensi
masing-masing variable yang diteliti.Analisis ini disajikan dalam bentuk tabel
dan penjelasan.
b.
Analisis data bivariate
Analisis bivariate merupakan analisis yang dilakukan terhadap
dua variabel yang diduga berhubungan atau berkorelasi (Notoatmodjo, 2002).Uji
yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji chi-square. Menurut Siegel
(1994), uji chi-square digunakan bila data penelitian berupa
frekuensi-frekuensi dalam bentuk kategorik baik nominal atau ordinal. Uji ini
digunakan untuk menentukan signifikansi dua variabel atau lebih.
c.
Analisis multivariate
Proses analitis multivariate dilakukan dengan cara menggabungkan
beberapa variabel bebas dengan satu variabel terikat pada waktu yang bersamaan
dengan menggunakan uji regresi logistik. Uji regresi logistik merupakan salah
satu pendekatan model matematik yang digunakan untuk menganalisis hubungan satu
atau beberapa variabel independen dengan sebuah variabel dependen kategorik
yang bersifat dikotomi (Hastono, 2001).
DAFTAR PUSTAKA
Almatsier, S. 2002. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Gramedia, Jakarta.
Anonim. 2003. Dua Miliar Penduduk Dunia Berisiko GAKY.
http://www.feedingminds.org. Diakses tanggal 31 Maret 2009.
Anonim. 2004. Rencana Aksi Nasional: Kesinambungan Program
Penanggulangan GAKY. http://www.gizi.net. Diakses tanggal 31 Maret 2009.
Cahyadi, W. 2001.Pengaruh Lama Pemasakan Terhadap Kestabilan
Garam Beryodium Dalam Sediaan Makanan. http://www.idd-indonesia.net. Diakses
tanggal 1 April 2009.
Dardjito, E. 2005.Bahan Ajar Gizi Kesehatan Masyarakat.
Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.
Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat. 2007. Gizi dan
Kesehatan Masyarakat. Raja Grafindo, Jakarta.
Depkes RI. 2000. Indikator Indonesia Sehat 2010 dan Pedoman
Penetapan Indikator Propinsi Sehat dan Kabupaten Sehat. Depkes RI, Jakarta.
Djokomoeljanto.2002. Aspek Sosio-Kultural Pada Program
Penaggulangan GAKY. http://www.idd-indonesia.net. Diakses tanggal 1 April 2009.
Hastono. 2001. Modul Analisis Data. FKM UI-Press, Jakarta.
Machfoedz. 2005. Metodologi Penelitian Bidang Kesehatan,
Keperawatan dan Kebidanan. Penerbit Fitramaya, Jakarta
Notoatmodjo. 2002. Metodologi Penelitian Kesehatan. PT. Rineka
Cipta, Jakarta
Siswono. 2001. GAKY Penyakit Penyebab Retardasi Mental.
http://www.gizi.net. Diakses tanggal 31 Maret 2009.
Sugiyono. 2002. Statistika untuk Penelitian dan Aplikasinya
dengan SPSS 10.0 for windows. Alfabeta, Bandung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar