Jumat, 12 April 2013


A.    Judul Program

“Wirausaha Produk Keripik Daun Beluntas (Pluchea Indica L.) Sebagai Cara Alternatif  Untuk Mengurangi Masalah Bau Badan”

B.     Latar Belakang

Perkembangan peradaban manusia yang semakin pesat menuntut adanya berbagai upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitarnya. Selain itu, timbulnya berbagai macam penyakit yang kompleks dewasa ini mendorong masyarakat mencari pengobatan alternatif yang pada dasarnya kembali ke alam (back to nature). Hal ini karena bahan-bahan kimia sintetik yang selama ini beredar di masyarakat umumnya memiliki efek samping tertentu yang mungkin akan berbahaya bagi kesehatan kita.
Salah satu masalah kesehatan yang tidak asing lagi dan umum terjadi adalah masalah bau badan (BB). Bau badan selintas merupakan masalah yang sepele, namun ganguan ini bisa berakibat fatal dalam pergaulan bahkan juga karier. Masalah bau badan timbul,  bukan karena orang yang bersangkutan jorok atau malas mandi, tetapi kenyataannya ada orang yang memiliki produksi kelenjar keringat berlebih sehingga tubuhnya mengeluarkan bau yang tidak sedap.
Dalam hal masalah bau badan, nenek moyang kita telah mempunyai pengalaman panjang dan turun-menurun menggunakan daun beluntas sebagai obat tradisional. Tanaman beluntas yang memiliki nama latin Pluchea indica L. ini merupakan tanaman perdu, tumbuh tegak sampai 2 m, memiliki daun tunggal berbentuk bulat telur, tepinya bergerigi tumpul, berbulu halus, daun mudanya berwarna hijau kekuningan dan setelah tua berwarna hijau pucat. Tanaman beluntas biasanya digunakan sebagai pagar hidup dan memiliki sifat khas berbau langu dan berasa getir. Secara tradisional daun beluntas digunakan sebagai obat menghilangkan bau badan. Hal ini didasarkan pada beberapa penelitian yang menemukan bahwa daun beluntas mengandung alkali yang bertindak sebagai antiseptik. Selain itu, daun beluntas juga mengandung senyawa kimia alkaloid yang dapat bertindak sebagai komponen anti bakteri dan minyak atsiri sebagai zat antioksidan.
Untuk menghilangkan bau badan biasanya daun beluntas dilalap mentah atau dikukus terlebih dahulu untuk urap atau bisa juga dengan meminum air rebusannya. Namun, cara ini umumnya dilakukan oleh kalangan orang tua terutama yang tinggal di daerah desa. Sedangkan di kalangan para muda cara ini kurang begitu disukai, selain karena rasanya getir jika dilalap langsung, juga ada yang menganggap terlalu ribet jika harus merebusnya terlebih dahulu kemudian diminum airnya. Apalagi di kalangan masyarakat perkotaan yang memiliki pola pikir modern dan aktivitas kerja yang padat. Dimana semuanya dituntut serba cepat dan praktis termasuk dalam hal makanan yang berkaitan dengan masalah kesehatan.
Saat ini berbagai upaya dilakukan untuk mengembangkan produk pangan yang dapat diandalkan sebagai pemelihara kesehatan dan kebugaran tubuh. Bahkan bila dimungkinkan produk tersebut bisa menyembuhkan efek negatif penyakit tertentu. Dimana secara prinsip produk yang dihasilkan tetap berpegang pada kesadaran untuk kembali ke alam (back to nature), artinya menggunakan bahan-bahan alami yang terdapat di alam sekitar yang pada dasarnya lebih aman untuk dikonsumsi.
Menurut badan POM, pangan fungsional didefinisikan sebagai pangan yang secara alamiah maupun telah melalui proses, mengandung satu atau lebih senyawa yang berdasarkan kajian ilmiah dianggap mempunyai fungsi-fungsi fisiologis tertentu yang bermanfaat bagi kesehatan. Dalam hal ini beluntas merupakan tumbuhan yang mengandung beberapa senyawa kimia yang berkhasiat untuk menghilangkan bau badan tak sedap, daunnya dapat diolah menjadi salah satu produk pangan yaitu keripik beluntas. Dalam hal pengkonsumsian, keripik beluntas lebih praktis dan memiliki nilai ekonomis jika dibandingkan dengan penggunaan secara langsung (dikonsumsi sebagai lalapan) ataupun direbus untuk diminum airnya. Bagi para muda yang mempunyai masalah bau badan tetapi tidak suka minum jamu tradisional atau takut dengan rasa getir apabila melalap langsung daun beluntas, maka keripik beluntas dapat digunakan sebagai cara alternatif untuk pemecahan masalah bau badan.
Memang keripik beluntas belum begitu dikenal masyarakat jika dibandingkan dengan keripik sejenisnya seperti keripik bayam yang telah marak beredar di pasaran. Padahal jika ditinjau dari segi ekonomi, keripik beluntas dimungkinkan juga memberikan prospek yang cukup menjanjikan. Keripik beluntas ini dapat dikonsumsi secara praktis sebagai makanan ringan yang berkhasiat menghilangkan bau badan serta tidak mengandung zat-zat kimia yang membahayakan. Oleh karena itu produk ini akan sangat diminati masyarakat secara luas. Namun karena produk ini hanya dikenal pada kalangan tertentu saja, maka perlu dilakukan berbagai upaya untuk mengembangkan produk keripik beluntas ini.
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah disebutkan diatas, maka penulis mengangkat judul “Wirausaha Produk Keripik Daun Beluntas (Pluchea Indica L.) Sebagai Cara Alternatif  Untuk Mengurangi Masalah Bau Badan” dalam proposal ini.

C.    Rumusan Masalah

Produk keripik beluntas akan sangat diminati oleh masyarakat luas terutama masyarakat perkotaan yang aktivitas kerjanya sangat padat. Sebab selain cukup praktis untuk dikonsumsi, produk ini juga mengandung zat-zat kimia yang ternyata dapat menghilangkan bau badan. Namun permasalahan utama yang dihadapi adalah produk ini belum banyak dikenal sehingga perlu dilakukan berbagai upaya untuk menjadikan produk ini familiar di kalangan masyarakat dan laku di pasaran. Berdasarkan hal tersebut dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana kandungan kimia daun beluntas sehingga bermanfaat untuk  mengurangi masalah bau badan?
2.      Bagaimana proses pembuatan  produk keripik beluntas?
3.      Bagaimana peluang di pasar produk keripik beluntas?
4.      Bagaimana profit yang diperoleh dari penjualan keripik beluntas?

D.    Tujuan Program

1.         Untuk mengetahui kandungan kimia daun beluntas sehingga bermanfaat mengurangi masalah bau badan.
2.         Untuk mengetahui proses pembuatan produk keripik daun beluntas.
3.         Untuk mengetahui peluang di pasar produk keripik daun beluntas.
4.         Untuk mengetahui profit yang diperoleh dari penjualan produk daun keripik beluntas.
E.     Luaran Yang Diharapkan

F.     Kegunaan Program

1.        Aspek ekonomi
2.        Aspek ketenagakerjaan
3.        Aspek budaya
 (Aspek – aspek tersebut disesuaikan dengan kegiatan yang diajukan )

G.    Gambaran Umum Rencana Usaha

1.        Produk
2.        Promosi
3.        Harga
4.        Tempat
5.        Strategi Pengembangan Usaha
6.        Analisa Usaha
H.      Metode Pelaksanaan
I.         Jadwal Kegiatan : 4 bulan (isi sesuai rencana lama kegiatan, maksimal 5 bulan)
J.        Rencana Biaya : Rp. 4.882.000,-
(sesuai rencana anggaran yang diajukan untuk mendapat pendanaan, maksimal Rp.10 juta )
K.       Lampiran
1. Biodata Ketua serta anggota kelompok
2. Biodata dosen pendamping
3. Lain-lain



Tidak ada komentar:

Posting Komentar