A.
Judul
Program
“Wirausaha Produk Keripik Daun Beluntas
(Pluchea Indica L.) Sebagai Cara Alternatif Untuk Mengurangi Masalah Bau Badan”
B.
Latar
Belakang
Perkembangan
peradaban manusia yang semakin pesat menuntut adanya berbagai upaya untuk
mempertahankan dan meningkatkan kesehatan dengan memanfaatkan sumber daya alam
yang ada di sekitarnya. Selain itu, timbulnya berbagai macam penyakit yang
kompleks dewasa ini mendorong masyarakat mencari pengobatan alternatif yang
pada dasarnya kembali ke alam (back to
nature). Hal ini karena bahan-bahan kimia sintetik yang selama ini beredar
di masyarakat umumnya memiliki efek samping tertentu yang mungkin akan
berbahaya bagi kesehatan kita.
Salah satu masalah kesehatan yang tidak asing lagi
dan umum terjadi adalah masalah bau badan (BB). Bau badan selintas merupakan masalah
yang sepele, namun ganguan ini bisa berakibat fatal dalam pergaulan bahkan juga
karier. Masalah bau badan timbul, bukan karena orang yang
bersangkutan jorok atau malas mandi, tetapi kenyataannya ada orang yang
memiliki produksi kelenjar keringat berlebih sehingga tubuhnya mengeluarkan bau
yang tidak sedap.
Dalam
hal masalah bau badan, nenek moyang kita telah mempunyai pengalaman panjang dan
turun-menurun menggunakan daun beluntas sebagai obat tradisional. Tanaman
beluntas yang memiliki nama latin Pluchea
indica L. ini merupakan tanaman perdu, tumbuh tegak sampai 2 m, memiliki
daun tunggal berbentuk bulat telur, tepinya bergerigi tumpul, berbulu halus,
daun mudanya berwarna hijau kekuningan dan setelah tua berwarna hijau pucat.
Tanaman beluntas biasanya digunakan sebagai pagar hidup dan memiliki sifat khas
berbau langu dan berasa getir. Secara tradisional daun beluntas digunakan
sebagai obat menghilangkan bau badan. Hal ini didasarkan pada beberapa
penelitian yang menemukan bahwa daun beluntas mengandung alkali yang bertindak
sebagai antiseptik. Selain itu, daun beluntas juga mengandung senyawa kimia
alkaloid yang dapat bertindak sebagai komponen anti bakteri dan minyak atsiri
sebagai zat antioksidan.
Untuk
menghilangkan bau badan biasanya daun beluntas dilalap mentah atau dikukus
terlebih dahulu untuk urap atau bisa juga dengan meminum air rebusannya. Namun,
cara ini umumnya dilakukan oleh kalangan orang tua terutama yang tinggal di
daerah desa. Sedangkan di kalangan para muda cara ini kurang begitu disukai,
selain karena rasanya getir jika dilalap langsung, juga ada yang menganggap
terlalu ribet jika harus merebusnya terlebih dahulu kemudian diminum airnya.
Apalagi di kalangan masyarakat perkotaan yang memiliki pola pikir modern dan
aktivitas kerja yang padat. Dimana semuanya dituntut serba cepat dan praktis
termasuk dalam hal makanan yang berkaitan dengan masalah kesehatan.
Saat ini
berbagai upaya dilakukan untuk mengembangkan produk pangan yang dapat
diandalkan sebagai pemelihara kesehatan dan kebugaran tubuh. Bahkan bila
dimungkinkan produk tersebut bisa menyembuhkan efek negatif penyakit tertentu.
Dimana secara prinsip produk yang dihasilkan tetap berpegang pada kesadaran
untuk kembali ke alam (back to nature),
artinya menggunakan bahan-bahan alami yang terdapat di alam sekitar yang pada
dasarnya lebih aman untuk dikonsumsi.
Menurut
badan POM, pangan fungsional didefinisikan sebagai pangan yang secara alamiah
maupun telah melalui proses, mengandung satu atau lebih senyawa yang
berdasarkan kajian ilmiah dianggap mempunyai fungsi-fungsi fisiologis tertentu
yang bermanfaat bagi kesehatan. Dalam hal ini beluntas merupakan tumbuhan yang
mengandung beberapa senyawa kimia yang berkhasiat untuk menghilangkan bau badan tak sedap, daunnya dapat diolah menjadi
salah satu produk pangan yaitu keripik beluntas. Dalam hal pengkonsumsian,
keripik beluntas lebih praktis dan memiliki nilai ekonomis jika dibandingkan
dengan penggunaan secara langsung (dikonsumsi sebagai lalapan) ataupun direbus
untuk diminum airnya. Bagi para muda yang mempunyai masalah bau badan tetapi
tidak suka minum jamu tradisional atau takut dengan rasa getir apabila melalap
langsung daun beluntas, maka keripik beluntas dapat digunakan sebagai cara alternatif untuk pemecahan masalah bau
badan.
Memang
keripik beluntas belum begitu dikenal masyarakat jika dibandingkan dengan
keripik sejenisnya seperti keripik bayam yang telah marak beredar di pasaran.
Padahal jika ditinjau dari segi ekonomi, keripik beluntas dimungkinkan juga
memberikan prospek yang cukup menjanjikan. Keripik beluntas ini dapat
dikonsumsi secara praktis sebagai makanan ringan yang berkhasiat menghilangkan
bau badan serta tidak mengandung zat-zat kimia yang membahayakan. Oleh karena
itu produk ini akan sangat diminati masyarakat secara luas. Namun karena produk
ini hanya dikenal pada kalangan tertentu saja, maka perlu dilakukan berbagai
upaya untuk mengembangkan produk keripik beluntas ini.
Berdasarkan
latar belakang masalah yang telah disebutkan diatas, maka penulis mengangkat
judul “Wirausaha Produk Keripik Daun Beluntas (Pluchea Indica L.)
Sebagai Cara Alternatif Untuk Mengurangi Masalah Bau Badan”
dalam proposal ini.
C.
Rumusan
Masalah
Produk
keripik beluntas akan sangat diminati oleh masyarakat luas terutama masyarakat
perkotaan yang aktivitas kerjanya sangat padat. Sebab selain cukup praktis
untuk dikonsumsi, produk ini juga mengandung zat-zat kimia yang ternyata dapat
menghilangkan bau badan. Namun permasalahan utama yang dihadapi adalah produk
ini belum banyak dikenal sehingga perlu dilakukan berbagai upaya untuk
menjadikan produk ini familiar di kalangan masyarakat dan laku di pasaran.
Berdasarkan hal tersebut dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana kandungan kimia daun
beluntas sehingga bermanfaat untuk mengurangi masalah bau badan?
2. Bagaimana proses pembuatan produk keripik beluntas?
3. Bagaimana peluang di pasar produk
keripik beluntas?
4. Bagaimana profit yang diperoleh dari
penjualan keripik beluntas?
D.
Tujuan
Program
1.
Untuk mengetahui kandungan kimia daun beluntas sehingga bermanfaat
mengurangi masalah bau badan.
2.
Untuk mengetahui proses pembuatan produk keripik daun beluntas.
3.
Untuk mengetahui peluang di pasar produk keripik daun beluntas.
4.
Untuk mengetahui profit yang diperoleh dari penjualan produk daun
keripik beluntas.
E.
Luaran Yang Diharapkan
F.
Kegunaan Program
1.
Aspek ekonomi
2.
Aspek ketenagakerjaan
3.
Aspek budaya
(Aspek – aspek tersebut disesuaikan dengan
kegiatan yang diajukan )
G.
Gambaran
Umum Rencana Usaha
1.
Produk
2.
Promosi
3.
Harga
4.
Tempat
5.
Strategi Pengembangan Usaha
6.
Analisa Usaha
H. Metode Pelaksanaan
I.
Jadwal Kegiatan : 4 bulan (isi sesuai rencana lama kegiatan,
maksimal 5 bulan)
J.
Rencana Biaya : Rp. 4.882.000,-
(sesuai rencana anggaran yang diajukan untuk mendapat
pendanaan, maksimal Rp.10 juta )
K.
Lampiran
1. Biodata Ketua
serta anggota kelompok
2. Biodata dosen pendamping
3. Lain-lain
Tidak ada komentar:
Posting Komentar